Sunday, August 4, 2024

08. Bunga Teratai / Lotus / Nelumbo Nucifera, Simbol Apa?

Bunga Teratai umumnya dikenal dalam agama (Hindu, Budha, Jain, dan Sikh) yang berasal dari India. Namun demikian, Bunga Teratai / Lotus juga dikenal merupakan analog dari the Saint Thomas Christian cross (the Persian cross). 

Mungkin karena penampang/permukaan daun Bunga Teratai yang lebar dan berbagai makna mendalam lainnya, bunga teratai sering dijadikan simbol tempat duduk/alas  (singgasana) bagi sosok/figur (dewa-dewi) yang mampu merealisasikan potensi batin menuju kepada kesempurnaan / kesucian. 

Oleh orang Mesir, Bunga Teratai (khususnya Teratai Biru, dikenal sebagai simbol peningkatan kesadaran, transformasi menuju alam yang lebih tinggi (teratai hidup bertransformasi dari bawah air ke atas permukaan air). Teratai Biru dianggap sebagai tanaman yang mulia. Teratai Biru adalah simbol matahari terbit, aromanya harum.  

Sumber: https://worldoffloweringplants.com/nymphaea-nouchali-caerulea-blue-egyptian-lotus/

Pagi ini, berdasarkan hasil perenungan dan diskusi bersama keluarga, setidaknya ada lima hal yang disimbolkan oleh Bunga Teratai. Kelima hal tersebut adalah sebagai berikut:

(01) Teratai tidak kotor oleh air/lumpur di sekitarnya --> Teratai adalah simbol dari kesucian; walaupun hidup di dalam lingkungan yang penuh godaan, namun tetap terhormat / bersih / tidak terpengaruh. (purity)

(02) Teratai memiliki bunga yang indah, menarik, gemerlap, warna warni --> Teratai adalah simbol dari cinta kasih kepada lingkungan, menampilkan sikap yang baik kepada lingkungan. (love, kindness)

(03) Teratai tumbuh di atas permukaan (kolam) air yang tenang --> Teratai adalah simbol kedamaian (peace). Teratai memberikan inspirasi bahwa dibutuhkan atmosphere ketenangan/kedamaian untuk bertumbuh.

(04) Teratai ditanam dalam air/lumpur --> Teratai adalah simbol dari sikap menerima / tidak menolak (tolerance) / tidak merasa tertekan / tetap happy, walaupun mendapatkan kondisi yang kurang menguntungkan. 

(05) Daun Teratai tidak basah oleh air di sekitarnya --> Teratai adalah simbol dari kebebasan (freedom), ketidakterikatan (detachment), ketidaktertarikan terhadap materi. 


Penampakan Bunga Teratai sangat membantu mengingatkan dan visualisasi lima sifat baik atau sifat asli diri kita: (a) Purity --> Respect; (b) Kindness --> Love; (c) Peace --> Humble; (d) Tolerance --> Happiness; dan (e) Detachment --> Freedom (Empowered).

Sunday, May 12, 2024

11. Andai Ku Tahu (Waktu)

Judul artikel ini memang mirip dengan judul lagu Ungu Band: "Andai Ku Tahu". Lagunya enak buat dijadikan bahan perenungan... hehehe...  sambil ngupi-ngupi Bro./Sis., 

Lagu tersebut mengingatkan kita mengenai Waktu yang kita miliki sebentar lagi akan berakhir.... sayangnya..., kita mutlak tidak mengetahui kapan waktu kita akan berakhir... siapa coba yang mengetahui kapan waktu kita akan berakhir? kalau ada yang tahu boleh japri ya... (seperti pesan-pesan di WAG 😄)

Waktu adalah harta yang paling berharga setelah pikiran. Orang Tua pernah berpesan kita perlu menjaga atau mampu mengelola harta dengan sangat baik.  

Ya... kita perlu mampu mengelola dan memanfaatkan harta (pikiran dan waktu) kita dengan sangat baik.

Harta Pertama: Pikiran. Pikiran adalah harta yang paling berharga melebihi uang. Melalui pikiran, kita dapat berpikir bagaimana cara melakukan pelayanan, bagaimana cara memanfaatkan waktu dengan baik, bagaimana berusaha memperoleh uang dengan cara yang baik; melalui pikiran, kita dapat memperoleh kebahagiaan/kedamaian yang kadang tidak bisa didapat dengan hanya memiliki uang. 

Pikiran  menjadi harta yang sangat berharga, jika pikiran berisi asosiasi bebas mengenai berbagai nilai-nilai luhur (kerjasama, tanggung jawab, kejujuran, toleransi, dll.).  Pikiran mengenai nilai-nilai luhur akan memberikan dampak kesuksesan / kelulusan kita dalam menghadapi ujian kehidupan. 

Harta kedua: Waktu. Ingat Bro. / Sis., saat menghadapi Ujian, semua peserta ujian diberikan waktu yang sama; Pengawas / penjaga ujian akan mengingatkan kita jika Waktu akan berakhir. Namun, dalam ujian kehidupan, kita tidak diberitahu, kapan waktu akan berakhir...  seringkali mendadak, tanpa disangka-sangka. Jadi... bener juga tuh lagu dari Ungu Band... Andai Ku Tahu....

Seperti halnya pikiran, waktu juga bisa menjadi hal yang lebih berharga daripada uang. Kata orang, kalau kita kehabisan uang, kita bisa mencarinya kembali; tetapi kalau kita kehabisan waktu atau kehilangan waktu, kita tidak bisa mencarinya kembali... hiks.. 😭

Alam semesta tidak bisa diajak berkompromi untuk memberikan perpanjangan waktu kepada kita, Bro. / Sis. Namun demikian, alam semesta ini adil lho Bro. / Sis. Boleh jadi seseorang kurang memiliki kekayaan materi, tetapi orang tersebut memiliki waktu yang sama banyaknya (24 jam / hari) dengan orang yang paling kaya secara materi. Bagaimana menurut Bro. / Sis.? 

Waktu saat ini, atau waktu muda menjadi hal paling berharga dalam hidup kita. Kehilangan waktu / kesempatan saat ini; atau kehilangan masa muda, tidak dapat diulang kembali lagi. Tanyakan kepada diri sendiri, jika masa muda bisa diulang, apa yang akan kita lakukan pada saat itu... Jangan-jangan ada sedikit unsur penyesalan.... hiks... kalau saja dulu ketika masih muda saya menjalani gaya hidup sehat....; kalau saja dulu saya menekuni belajar pengetahuan/keterampilan ... ; dst., dst. 

Sekali kita sudah kehilangan waktu/kesempatan, tidak perlu kita sesali, Bro./Sis... Penyesalan justru akan menghabiskan waktu lebih banyak... hehehe...  Hal yang bisa kita lakukan untuk mengganti waktu yang hilang adalah merencanakan hal yang lebih baik untuk dilakukan di masa mendatang. Di awal hari atau di malam hari, gunakan waktu yang ada untuk memikirkan rencana, hal apa yang akan kita lakukan besok  / di masa yang akan datang. 

Seperti pepatah Abraham Lincoln: “Give me six hours to chop down a tree and I will spend the first four sharpening the axe.” Berikan waktu enam jam kepada saya untuk menebang pohon; saya akan menggunakan empat jam pertama untuk mengasah kapak. (baca: persiapan / perencanaan)... hehehe... benar Bro./Sis. Gunakan banyak waktu untuk persiapan/perrencanaan... seperti juga atlet olimpiade yang hanya bertanding 90 menit, tetapi persiapan lebih dari 9 bulan bahkah lebih lama lagi ya ... Jika kita dapat mengelola waktu dengan baik, sebenarnya selalu ada waktu yang cukup untuk melakukan perencanaan. 

Ibarat uang, waktu adalah sesuatu yang bisa kita investasikan. Saat kita memiliki banyak pilihan kegiatan, dengan keterbatasan waktu, kita akan menjadi memahami dan harus memilih, kegiatan mana yang paling penting / prioritas. Pilihlah kegiatan apa dan dengan siapa kita akan menggunakan waktu yang masih ada. Tidak akan ada cukup waktu untuk melakukan semua kegiatan. Dengan waktu yang terbatas, buatlah pilihan yang sesuai dengan tujuan hidup yang kita inginkan. 

Rencanakan 24 jam yang kita miliki untuk mencapai tujuan hidup kita. Tidak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak relevan dengan tujuan kita. Tidak menyia-nyiakan waktu satu detik/menit pun, apalagi satu jam/satu hari. Gunakan setiap menit atau setiap jam yang ada untuk merencanakan, memikirkan, mengatakan, mengerjakan / melakukan aktivitas yang berharga.

Di masa depan, kita baru akan bisa mengetahui apakah kita sudah mempergunakan waktu yang kita miliki dengan tepat / benar. Salah satu tanda bahwa kita sudah mempergunakan waktu dengan tepat / benar adalah kondisi kedamaian / kebahagiaan / pikiran yang tenang / perasaan yang senang. 

Mulailah berorientasi bahwa kesuksesan dievaluasi berdasarkan bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan baik. Ingat Bro./Sis. waktu hidup kita terbatas / singkat. Waktu sangat berharga. Jika kita tidak menghargai waktu yang kita miliki, boleh jadi orang lain tidak akan menghargai kita. 

Andai Ku Tahu, kapan Waktu Ujian akan berakhir....

Friday, May 10, 2024

02. Dunia ini akan lenyap... namun Kasih tinggal tetap...

 Ini lagu di YouTube bagus lho Bro. / Sis. 


Kasih itu panjang sabar, murah hati... 

Kasih itu lemah lembut, tidak sombong...  

(https://www.youtube.com/watch?v=06aQt5RGd1M; 

https://youtu.be/UfjIyATgpYg?si=UfSDTGV2evelDiOw)


Sambil menikmati lagu tersebut, saya menjadi teringat dengan Ayah dan Ibu....

Ayah dan Ibu tidak menggunakan kata-kata, namun langsung memberikan contoh bahwa Orang Tua adalah awal pertama kita mengenal kasih. 


Pada awal masa kehidupan, umumnya hanya Orang Tua yang sangat andal memberikan kasih kepada kita. 

Saat kita berkeluh kesah dan memanggil Orang Tua (baca: menangis); entah karena butuh susu, butuh dibersihkan karena pipis dan buang air, atau butuh digendong-gendong 🥰🤗, Orang Tua selalu berusaha menghampiri dan memenuhi kebutuhan kita. (bahkan di tengah-tengah tidur nyenyak Beliau di tengah malam) 

Kasih Orang Tua membebaskan kita dari kesengsaraan. 

Dengan mengenal belas kasih Orang Tua, kita seharusnya menjadi mengenal cinta kasih. Kita mengetahui bagaimana rasanya saat kita menerima kasih; bagaimana rasanya saat kita tidak menerima kasih; bagaimana rasanya saat kita tidak kehilangan kasih.


Ayah dan Ibu pernah berpesan: "Sayangi kakak/adik, teman/sahabat.... "

Kata-kata tersebut sederhana, simple... namun mungkin agak sulit, tidak sederhana untuk dipraktikkan. Kalaupun bisa, mungkin perlu lebih konsisten... 

Ayah menambahkan: "Jangan berharap menerima kasih, tetapi berusaha memberi kasih; kasih bukan persoalan meminta/menerima, tetapi bagaimana kita bisa memberi". (minimal memberi doa / restu baik, Bro./Sis... hehehe...)


Dunia ini akan lenyap... namun Kasih tinggal tetap... 

(https://www.youtube.com/watch?v=06aQt5RGd1M; 

https://youtu.be/UfjIyATgpYg?si=UfSDTGV2evelDiOw)