Saturday, February 7, 2026

12. Lokasi/Tempat Wisata Idaman

Lokasi/tempat wisata idaman selalu memberikan kebahagiaan.

Sebenarnya yang menjadi masalah adalah bukan ke mana / di mana tempat wisata idaman, tetapi ke mana / di mana lokasi/tempat yang memberikan kebahagiaan.

Seperti halnya rencana ke lokasi/tempat wisata idaman, maka lokasi/tempat kebahagiaan perlu dipersiapkan atau perlu direncanakan. 

Persiapan yang paling awal adalah mengetahui arah/tujuan, ke lokasi/tempat mana kita akan pergi berwisata.

Lokasi/tempat wisata idaman adalah arah/tujuan hidup yang sebenarnya.  

Orang yang mampu mengetahui arah/tujuan hidup akan merasa sangat senang, sangat bahagia, akan mampu melupakan semua penderitaan/masalah yang dialami

Pengetahuan tentang arah/tujuan hidup adalah inspirasi yang sangat berharga. Bayangkan saat kita mengetahui suatu lokasi/tempat wisata idaman yang memiliki pemandangan yang paling indah, fasilitas yang paling/super nyaman, serta menawarkan pengalaman emosional yang sangat positif (banyak rasa kagum, kebersamaan, tenang/damai, bebas/lega/merdeka, dll.).

Apa nggak kepingin pergi ke sana? 


Jika kita sangat tertarik dan emang niat pergi ke sana, tentu kita akan mempersiapkan diri dengan lima hal: (a) informasi tentang budaya/aturan setempat; (b) kelengkapan dokumen seperti KTP/paspor dan tiket; (c) anggaran biaya akomodasi/konsumsi yang perlu diantisipasi; (d) obat-obatan pribadi untuk kebutuhan penanganan kondisi sakit; dan (e) jadwal/itinerary perjalanan.


Dengan demikian, sebagai persiapan menuju lokasi/tempat wisata idaman atau lokasi/tempat kebahagiaan, yuk kita renungkan enam pertanyaan (* + 5) di bawah ini. 

(*) Sudahkah kita memiliki pengetahuan mengenai lokasi/tempat wisata idaman? Bagaimana gambaran kita tentang lokasi/tempat wisata idaman tersebut? (setelah kita pensiun, sudah meninggalkan rutinitas pekerjaan, atau saat kita meninggalkan badan, bagaimana gambaran lokasi/tempat wisata idaman kita?)

Pertanyaan berikutnya: Sudahkah kita mempersiapkan lima hal yang diperlukan sebagai syarat untuk mencapai lokasi/tempat wisata idaman?

(1) Informasi tentang budaya/aturan setempat --> tata perilaku, tutur kata, & cara berpikir

(2) Kelengkapan dokumen seperti KTP/paspor --> jati diri sebagai orang baik/benar; tiket --> fisik dan mental yang senantiasa sehat

(3) Anggaran biaya akomodasi/konsumsi yang perlu diantisipasi--> waktu/pikiran yang konsisten kita luangkan untuk melakukan persiapan

(4) Obat-obatan pribadi untuk kebutuhan penanganan rasa sakit --> sifat/kebiasaan buruk yang perlu kita perbaiki/tinggalkan; dan 

(5) Jadwal/itinerary perjalanan --> imaginasi terhadap hal-hal baik yang akan terjadi di masa depan.


Berbagai pertanyaan di atas mudah-mudahan dapat membantu kita menemukan lokasi/tempat wisata idaman. Mudah-mudahan kita dapat mempersiapkan saat liburan dengan baik.

Tuesday, September 2, 2025

02 x 03 = 06 ---> Maragam-ragam / Alusi Au

Hampir satu tahun yang lalu, tanggal 04 September 2024, Bapak Suntanu dan Ibu Jadnyawati (Ayah dan Ibu mertua) memperingati Hari Ulang Tahun Perkawinan ke - 50.

Peringatan Hari Ulang Tahun Perkawinan tersebut sangat istimewa oleh karena untuk peringatan yang ke - 50 tahun

Peringatan Hari Ulang Tahun Perkawinan sendiri diselenggarakan pada tanggal 07 September 2025. Pada hari itu, Ayah dan Ibu mertua dan Semua Keluarga tampak berbahagia sekaligus merasa sangat terharu.


Nah, satu hari menjelang acara peringatan Hari Ulang Tahun ke - 50 Perkawinan Ayah dan Ibu mertua, semua keluarga (om/tante, kakak/adik, anak/cucu) berkumpul sambil bersukacita bersama.

Salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Maragam-ragam / Alusi Au (https://youtu.be/AW62JpqCovw?si=h0gi6w9SfvpHJ9Ri)

Tampak di Video tersebut Gayatri Pooja sedang bernyanyi ditemani oleh para sepupunya (Sunja, Kaka, Didi, & Naya); Bapak Suntanu (Ayah Mertua) ditemani Jalid Wayan, Om Henk, Tante Made, dll. (adik-adik dari Ayah dan Ibu mertua) sedang berjoget 😃

Secara irama/melodi, lagu tersebut sangat enak, bisa membuat siapapun pun yang mendengarnya tergoda untuk berjoget 😃😇


Saat mendengar/menikmati lagu tersebut satu tahun yang lalu, tidak ada keinginan untuk mengerti/memahami arti lirik lagu tersebut.

Namun, karena lagu tersebut sangat enak hingga terus terngiang, saat ngobrol bersama Bapak Raja Oloan Tumanggor (Senin, 25 Agustus 2025, sekitar pk. 13.00-14.00), terbesit keinginan untuk mencari tahu apa arti/makna dari lagu tersebut.

Pak Raja menceritakan apa sebenarnya arti lagu tersebut... arti/maknanya sangat bagus gaes... Terima kasih sharing Pak Raja 🤗😃 


Arti/makna lagu tersebut kurang lebih menceritakan bahwa pada dasarnya manusia punya banyak keinginan. Berbagai keinginan manusia pada umumnya adalah kekayaan (hamoraon), keberhasilan (hagabeon), kehormatan (hasangapon), atau ketenaran (tarbarita). 

Namun, harapan/keinginan dari si Penyanyi lagu tersebut, tidaklah sama dengan kebanyakan orang. Harapan/keinginan dari si Penyanyi adalah cinta kasihmu (holong ni roham), kata-kata baik atau keramahanmu (denggan ni basam-basami), serta jawaban/konfirmasi atas kedua keinginan/harapan tersebut (Alusia Au).

Wahhhhh... harapan/keinginan yang sangat sederhana lho, yaitu: Cinta Kasih (02) dan Keramahan / Kata-Kata yang Baik (03) 🤗😇 ditutup dengan harapan/keinginan untuk Mendapatkan Konfirmasi/Jawaban (06) 😃 

02 = Cinta Kasih (Love)

03 = Kerendahan Hati (Humble)

06 = Komunikasi (Cooperation)


Bagus banget ya..., dapat menjadi bahan perenungan bagaimana Ayah dan Ibu mertua bisa sampai pada tahap Hari Ulang Tahun ke - 50 Perkawinan. Tentu perjalanan 50 tahun dilalui dengan setidaknya ketiga nilai: cinta kasih, kerendahan hati/keramahan, dan komunikasi/kerjasama.


Yuk... berikut kita simak arti/makna lengkap lagu MARAGAM-RAGAM / ALUSI AU   (https://youtu.be/usv-Yr2d-dU?si=IFoSmiWwVpdbWruK)


MARAGAM-RAGAM DO ANGGO SITTA-SITTA DI HITA MANISIA

Bermacam-ragam cita-cita pada kita manusia


MARASING-ASING DO ANGGO PANGIDOAN DIGANUP-GANUP JOLMA

Berbeda-beda pula harapan pada setiap orang


HAMORAON HAGABEON HASANGAPON IDO DILULUI NADEBA

Kekayaan keberhasilan kehormatan itulah yang dicari sebagian orang


DI NADEBA ASALMA TARBARITA GOARNA TAHE

Bagi sebagian orang lagi yang penting namanya tenar


ANGGO DIAU TUNG ASING DO SITTA-SITTA ASING PANGIDOANKU

Kalau cita-cita dan harapanku, sungguh lain


MANSAI AMBAL PE UNANG POLA MANGINSAK HAMU TAHE DIAU

Walau agak lain/aneh, tidak perlu engkau mengejekku


SASUDENA NA HUGOARI INDADA I SAUT DI AU

Semuanya yang kusebutkan itu tiada yang terjadi/kesampaian padaku


SITTA-SITTA DIAU TUNG ASING SITUTU DO TAHE

Cita-citaku sungguh sangat berbeda


TUNG HOLONG NI ROHAM I SAMBING DO NA HUPARSITTA-SITTA

Sungguh kasih sayangmu semata yang kucita-citakan


TUNG DENGGAN NI BASAM-BASAMI DO NA HUPAIMA-IMA

Sungguh keramahanmu yang kunanti-nantikan


ASI NI ROHAMMA ITO UNANG LOAS AU MAILA

Tolong belas-kasihmu jangan biarkan aku malu


BEHA ROHAM DOK MA HATAM ALUSI AU

Bagaimana perasaan hatimu,  jawablah aku.


ALUSI AU, ALUSI AU, ALUSI AU, ALUSI AU

Jawablah aku, jawablah aku, jawablah aku, jawablah aku


==== ==== ====

Semoga Ayah dan Ibu selalu berbahagia 😇🌻

Terima kasih tak terhingga atas semua teladan Bapak dan Ibu 💖🌹

Cinta Kasih (02), Kerendahan Hati/Keramahan (03), dan Komunikasi/Kerjasama (06) --> 02 x 03 = 06

Wednesday, March 19, 2025

11. Berapa Harga dari sebuah Waktu?

Ayah saya pernah berpesan bahwa waktu sangat berharga.

Orang-orang pun sering mengatakan bahwa waktu sangat berharga.

Bagaimana maksud dari waktu sangat berharga?


Berikut ini saya coba mengingat-ingat dan mengelaborasi tiga pesan Ayah terkait dengan waktu yang berharga


Pertama. Saat kita sudah mengetahui deadline (batas akhir dari kesempatan/waktu yang diberikan), maka kita akan mulai menghargai waktu; waktu menjadi sangat berharga. Berapa lama lagi waktu yang diberikan kepada kita, kepada orang terdekat kita, atau kepada sahabat kita? Saat kita mengetahui secara pasti deadline (batas waktu) dari diri kita, dari orang tua kita, atau dari sahabat kita, kita akan mulai menyadari bahwa waktu menjadi sangat berharga.

Kedua. Waktu (yang terbatas) akan sangat berharga jika kita dapat memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain atau untuk orang-orang terdekat. Harga dari waktu yang terbatas, diukur dari seberapa besar manfaat yang dapat kita peroleh/berikan.

Ketiga. Manfaat yang kita berikan, dapat bersifat: (a) terbatas (fisik) atau (b) bersifat tidak terbatas (non-fisik: pengetahuan, kedamaian, kebahagiaan). Berbagi kedamaian dan keceriaan dapat kita lakukan kapan saja, khususnya saat kita tidak memiliki banyak harta yang bersifat fisik. 


Nah, berdasarkan ketiga pesan tersebut, waktu sangat berharga saat kita mempertimbangkan dan memutuskan untuk memberikan manfaat yang bersifat tidak terbatas (non-fisik), saat waktu kita terbatas.


Terima kasih, selamat pagi, selamat beraktivitas 🙏🌷🌼🌻🌺🤗🌹🪷💮🌸💐😇