Seringkali, kita ngobrol tentang pikiran negatif vs. pikiran positif.
Menurut brother and sister di BK Family, jenis pikiran sedaknya ada tiga, yaitu: (a) pikiran negatif, (b) pikiran sia-sia, dan (c) pikiran positif.
Apa sih definisi, dampak, dan faktor dari ketiga jenis pikiran tersebut?
Yuk kita simak…
Pikiran negatif adalah pola pikir yang berisi
penilaian buruk, prasangka, ketakutan, kemarahan, atau keyakinan yang
melemahkan diri dan orang lain. Dampaknya dapat berupa meningkatnya emosi
negatif, kecemasan, depresi, serta menurunnya motivasi dan kualitas relasi; faktor
penyebabnya antara lain skema kognitif negatif, distorsi kognitif, pengalaman
masa lalu yang tidak menyenangkan, dan kebiasaan menafsirkan situasi sebagai
ancaman (Beck et al., 1979)
Pikiran sia-sia adalah pikiran yang berulang, tidak
produktif, tidak menghasilkan solusi, dan hanya menghabiskan energi mental,
seperti rumination, worry, atau repetitive negative thinking.
Dampaknya adalah meningkatnya gejala kecemasan dan depresi serta berkurangnya
fokus dan ketenangan batin; faktor penyebabnya antara lain kebiasaan mengulang
kekhawatiran, kesulitan mengendalikan perhatian, ketidakpastian, dan regulasi
emosi yang kurang efektif (Bell et al., 2022)
Pikiran positif adalah pola pikir yang berfokus pada
harapan, solusi, pembelajaran, rasa syukur, dan penafsiran yang konstruktif
terhadap pengalaman hidup. Dampaknya mencakup peningkatan kesejahteraan mental,
coping yang lebih adaptif, kesehatan psikologis-fisik yang lebih baik, serta
relasi sosial yang lebih sehat; faktor pendukungnya meliputi optimisme, rasa
syukur, dukungan sosial, makna hidup, dan kebiasaan melihat peluang atau
pelajaran dalam situasi sulit (Conversano et al., 2010).
Berikut ini adalah contoh berbagai isi dan jenis pikiran, berdasarkan 12 nilai (respect, love, humble, happiness, freedom, cooperation, responsibility, unity, honesty, tolerance, simplicity, dan peace).
Mudah-mudahan contoh isi dan jenis
pikiran ini dapat membantu kita melakukan self-checking 🤗
(1) Respect
(a) Pikiran Negatif:
"Dia tidak pantas dihormati karena banyak kekurangannya."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Mengapa dia diperlakukan lebih baik daripada saya?"
(c) Pikiran Positif:
"Setiap jiwa memiliki nilai dan perannya sendiri dalam drama. Saya
menghormati setiap jiwa sebagai makhluk ilahi."
=========
(2) Love
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak peduli lagi dengan dia; biarkan saja dia susah."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Apakah dia masih menyukai saya atau tidak?"
(c) Pikiran Positif:
"Saya akan memberikan cinta tanpa syarat dan harapan baik kepada setiap
jiwa."
=========
(3) Humility
(a) Pikiran Negatif:
"Tidak ada yang bisa bekerja sebaik saya."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Mengapa kontribusi saya tidak dipuji seperti orang lain?"
(c) Pikiran Positif:
"Semua kemampuan adalah karunia sang Pencipta; saya hanyalah instrumen
pelayanan."
=========
(4) Happiness
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak akan bisa bahagia selama masalah ini belum selesai."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Bagaimana jika nanti terjadi sesuatu yang buruk?"
(c) Pikiran Positif:
"Kebahagiaan saya berasal dari hubungan dengan sang Sumber Pengetahuan,
bukan dari situasi luar."
=========
(5) Freedom
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak bisa berubah; memang beginilah saya."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Bagaimana kalau saya gagal? Bagaimana kalau orang lain tidak
setuju?"
(c) Pikiran Positif:
"Saya adalah jiwa yang bebas dan mampu berubah dengan kekuatan yang Maha Kuasa, sang Sumber Energi."
=========
(6) Cooperation
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak mau membantu karena itu bukan tugas saya."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Mengapa saya yang harus membantu? Mengapa bukan orang lain?"
(c) Pikiran Positif:
"Setiap kesempatan untuk membantu adalah kesempatan untuk melayani dan
bertumbuh."
=========
(7) Responsibility
(a) Pikiran Negatif:
"Ini bukan kesalahan saya; orang lain yang menyebabkan masalah."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Nanti saja saya pikirkan; masih ada waktu."
(c) Pikiran Positif:
"Saya bertanggung jawab atas pikiran, kata, dan tindakan saya."
=========
(8) Unity
(a) Pikiran Negatif:
"Kelompok kami lebih baik daripada kelompok mereka."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Siapa yang paling berpengaruh di antara kita?"
(c) Pikiran Positif:
"Kita semua adalah satu keluarga yang bekerja untuk tujuan
yang sama."
=========
(9) Honesty
(a) Pikiran Negatif:
"Kalau saya mengatakan yang sebenarnya, saya bisa rugi."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Mungkin tidak apa-apa kalau saya sedikit menyembunyikan fakta."
(c) Pikiran Positif:
"Kejujuran memberi kekuatan, kepercayaan, dan kedamaian batin."
=========
(10) Tolerance
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak tahan dengan sifat orang itu."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Mengapa dia selalu seperti itu? Mengapa dia tidak berubah?"
(c) Pikiran Positif:
"Setiap jiwa sedang belajar; saya memilih untuk memahami dan tetap
stabil."
=========
(11) Simplicity
(a) Pikiran Negatif:
"Saya harus terlihat lebih hebat daripada orang lain."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Apa yang akan dipikirkan orang jika saya tidak tampil sempurna?"
(c) Pikiran Positif:
"Saya cukup menjadi diri saya yang asli, sederhana, dan tulus."
=========
(12) Peace
(a) Pikiran Negatif:
"Saya tidak akan tenang sampai orang itu berubah."
(b) Pikiran Sia-sia:
"Bagaimana jika ini terjadi? Bagaimana jika itu terjadi? Bagaimana
kalau semuanya salah?"
(c) Pikiran Positif
"Saya adalah jiwa yang damai; apa pun yang terjadi dalam drama, saya
tetap tenang dan percaya kepada sang Penulis skenario kehidupan."
Apa isi dan jenis yang sering muncul di dalam pikiran kita?
Referensi:
Beck, A. T., Rush, A. J., Shaw, B. F., & Emery, G.
(1979). Cognitive therapy of depression. Guilford Press.
http://books.google.com/books/about/Cognitive_Therapy_of_Depression.html?id=i_MlAQAAIAAJ
Bell, I. H., Pot-Kolder, R., Wood, S. J., Nelson, B., Acevedo, N., Stainton,
A., Nicol, K., & Lim, M. H. (2022). The effect of psychological treatment
on repetitive negative thinking: A meta-analysis. Clinical Psychology
Review, 97, 102198. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9875014/
Conversano, C., Rotondo, A., Lensi, E., Della Vista, O., Arpone, F., &
Reda, M. A. (2010). Optimism and its impact on mental and physical well-being. Clinical
Practice and Epidemiology in Mental Health, 6, 25–29. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2894461/