Tuesday, November 1, 2022

02. Perbedaan VIRTUE dan VALUE

Bro., apa sih perbedaan VIRTUE dan VALUE? 

Hehehe... kalau kita cari, sebenarnya banyak versi yang menjelaskan hal ini. Saya mencoba membuat versi berdasarkan hasil kesimpulan baca kamus ya Mas Bro. / Mba' Sis... 


VIRTUE (https://www.merriam-webster.com/dictionary/virtue)

1: a particular moral excellence (moral tertentu yang sangat baik)

2: a quality or power of a thing (kualitas atau kekuatan dari sesuatu)

3: a capacity to act (kapasitas untuk bertindak)

etc.


VALUE (https://www.merriam-webster.com/dictionary/value)

1: the monetary worth of something (ukuran banyaknya jumlah uang dari suatu barang)

2: a fair return or equivalent in goods, services, or money for something exchanged (kesetaraan jumlah barang, jumlah jasa, atau jumlah uang untuk sesuatu yang dipertukarkan)

3: relative worth, utility, or importance (efek manfaat, kegunaan, atau kepentingan dari sesuatu)

etc.


Berdasarkan kedua definisi VIRTUE dan VALUE tersebut di atas, dapat kita bayangkan setidaknya ada dua perbedaan


Nah... untuk menjelaskan perbedaan VIRTUE vs. VALUE, mohon izin menggunakan VIRTUE/VALUE "LOVE" ya Bro...


1. Perbedaan pertama adalah dalam hal posisi waktu (sebab - akibat)

Pada saat LOVE sebagai VIRTUE, Love adalah sebagai sebab (independent variable). Artinya love merupakan kapasitas untuk bertindak, kualitas dari diri kita, moral tertentu yang kita miliki.

Pada saat LOVE sebagai VALUE, Love adalah sebagai akibat (dependent variable). Artinya love merupakan ukuran/banyaknya goods, services yang kita telah miliki Oleh KARENA efek dari usaha yang kita lakukan. 


2. Perbedaan kedua adalah dalam hal status proses realisasi (potensi/input - proses)

Pada saat LOVE sebagai VIRTUE, Love adalah adalah potensi. Artinya love merupakan kapasitas atau kualitas bibit/benih yang ada dalam diri kita; yaitu bibit/benih untuk berpikir, bertindak, berkata-kata terkait dengan love. Kita pada dasarnya adalah sosok yang memiliki kualitas love, atau kualitas untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain, bagi jiwa lain.

Pada saat LOVE sebagai VALUE, Love adalah sebagai proses aktualisasi/realisasi. Artinya love merupakan hal yang kita pentingkan, hal yang kita anggap berguna/bermanfaat. Dengan berpikir bahwa love adalah adalah penting/bermanfaat, maka kita akan berusaha merealisasikan potensi (bibit/benih) love yang ada dalam jiwa kita. Kita berusaha memberikan waktu, pikiran, kata-kata, dan tindakan yang terbaik.


Jadi, apa bedanya VIRTUE dan VALUE, Bro.? Apakah bisa diterapkan pada virtue/value lainnya? misalnya virtue/value  PEACE yang sedang dibutuhkan oleh dunia atau oleh diri kita sendiri saat ini....

Sunday, July 3, 2022

08. Menjadi Author yang Memahami Terima Kasih

Angka empat adalah angka yang mencerminkan penjuru mata angin (Utara, Timur, Selatan, & Barat)

Empat penjuru mata angin tersebut, ibarat empat otoritas. Empat otoritas yang dimaksud adalah: 

12.00 = Otoritas Perasaan Damai (arah Utara

03.00 = Otoritas Pengetahuan (arah Timur)

06.00 = Otoritas Perbuatan Baik/Luhur (arah Selatan)

09.00 = Otoritas Kebersihan/Kesucian (arah Barat).



Ayah saya memberikan inspirasi: "Jika kita ingin menjadi komplet/sempurna, jadilah perwujudan keempat otoritas tersebut."

Otoritas = Authority = Author (Pencipta).

Jadilah pencipta Perasaan Damai, pencipta Pengetahuan, pencipta Perbuatan Baik/Luhur, dan pencipta Kebersihan Hati/Kesucian.



Ayah menyatakan bahwa keempat otoritas tersebut, khususnya otoritas Perbuatan Baik/Luhur, perlu didukung oleh sahabat-sahabat kita, yaitu organ fisik

Tanpa bantuan para sahabat (organ-organ fisik), kita sulit menjadi Author.

Contoh:

sulit rasanya menghirup udara dengan bebas, nyaman, dan damai; tanpa bantuan hidung.

sulit rasanya mendapatkan/mencerna informasi dan menghasilkan pengetahuan; tanpa bantuan mata/telinga.

sulit rasanya melakukan perbuatan baik/luhur atau menyelesaikan tugas/mencapai tujuan; tanpa bantuan tangan/kaki.

sulit rasanya mencerna makanan yang suci dan sehat; tanpa bantuan mulut/lidah, dan semua organ pencernaan kita.



Lalu, bagaimana memperlakukan sahabat-sahabat (organ-organ fisik) kita?

Caranya mudah-mudah gampang... (atau gampang-gampang sulit?); yaitu dengan memberikan perhatian (kasih sayang dan vibrasi/energi) kepada para sahabat (organ-organ fisik) kita.

Memberikan perhatian kepada para sahabat diawali dengan memeriksa (mengingat jasa organ-organ fisik tersebut yang siang malam sudah bekerja untuk kita); dan diakhiri dengan menghaturkan salam terima kasih kita kepadanya.

Terima kasih hidung, paru-paru, jantung, dan seluruh organ pernafasan yang sudah membantu kita menghirup udara dengan bebas, nyaman, dan damai.

Terima kasih mata dan teliga, yang sudah membantu mendapatkan/mencerna informasi, dan menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan.

Terima kasih tangan/kaki, otot, dan semua organ yang membantu kita menyelesaikan tugas/mencapai tujuan atau melakukan perbuatan baik/luhur.

Terima kasih mulut/lidah, dan semua organ pencernaan, yang sudah membantu mencerna makanan yang suci dan sehat.

Berterima kasih kepada seluruh organ fisik yang tidak sempat disebut satu per satu namanya...



Saya konfirmasi kepada Ayah (dan Ibu yang turut mendengarkan diskusi); lho Ayah...? kok jadi mirip-mirip dengan "Kata Pengantar" yang ada di halaman awal Skripsi ya?

Ayah menjawab: hehehe... iya ya Nak? mirip-mirip Kata Pengantar Skripsi yang isinya ucapan/salam terima kasih kepada berbagai pihak ya :-)

Oh jadi begitu.... wahhh.... Terima Kasih banyak ya Ayah/Ibu, inspirasi Ayah/Ibu, memotiviasi saya untuk menjadi Author.

Sunday, June 26, 2022

04 & 08. Bertapa: Sulit, menderita? Nnggak makan, nggak minum? Nggak juga sih...

Kok ada ya... orang punya hobby bertapa?

Hehehe... hari ini, Orangtua memberikan inspirasi apa makna dari bertapa.

Bertapa = Menyanyi dan Menari (dalam Kebahagiaan)

Apakah semua orang bisa bernyanyi dan menari?

Bisa...

Menyanyi yang paling mudah adalah hanya dengan melantunkan nada atau bersiul.

Menari yang paling mudah adalah dengan menggoyang-goyangkan tangan dan kaki.

Coba lihat / ingat-ingat bagaimana anak-anak, remaja, orang dewasa, kakek/nenek yang secara refleks (tidak memikirkan bagaimana goyangan tangan/kaki), ketika mendengarkan musik/lagu? Atau secara spontan berusaha mengikuti nada musik/lagu? 😃 

Ideal banget jika bisa bernyanyi seperti pemenang "..... Idol" atau jika bisa menari seperti juara lomba nari.  


Bernyanyi dan menari itu, membahagiakan lho...

Orang tua dan anak bisa bernyanyi dan menari bersama-sama. (Bisa dengan teman-teman, bisa dengan bos/atasan, atau bahkan bisa dengan banyak orang yang mungkin tidak saling kenal lho.... coba deh lihat betapa bahagianya rekan-rekan yang sedang menari poco-poco.

Dengan bernyanyi dan menari, kita menjadi bahagia, menjadi bersatu. 

Dengan bernyanyi dan menari, kita meletakkan beban pikiran barang sejenak, pikiran menjadi lebih rileks, lebih segar.


Pikiran segar siap digunakan untuk berpikir dan merencanakan hal-hal yang baik. 

Tujuan bernyanyi dan menari, sama dengan tujuan bertapa

Ya, sama: pikiran menjadi lebih rileks dan lebih segar.


Yuk, kita setel musik/lagu, dan siap untuk bertapa (dengan bernyanyi dan menari).

Berlenggang patah-patah....  Ngana pe goyang pica-pica...

(versi Jl. Thamrin)

(versi Rutan Klas 1 Cipinang)